Masjid Ar Rahman Berdiri Kokoh di Korut, Luluhkan Kerasnya Kim Jong Un

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara pada peringatan 76 tahun berdirinya negara tersebut di Pyongyang, Korea Utara, pada tanggal 9 September. Kim mengatakan Korea Utara telah menguji coba peluru kendali jelajah strategis dari laut ke permukaan.* /Korea Central News Agency/EPA-EFE

Jakarta – Dikenal sebagai negara tertutup dan berpaham komunis, ternyata negara pimpinan Kim Jong-un, Korea Utara memiliki masjid dan gereja untuk orang beragama beribadah.

Korea Utara adalah negara di Asia Timur yang memegang prinsip pemerintahan berdasarkan ideologi Juche.

Artinya, prinsip dasar di Korut sangat bertentangan dan tak sesuai dengan keyakinan agama. Konstitusi Korut sebenarnya secara resmi menyatakan kebebasan beragama. Tapi sebenarnya kebebasan ini sama sekali tak ada.

Tak jarang muncul pemberitaan kala pemerintah Kim Jong Un melakukan eksekusi mati kepada warganya yang ketahuan melakukan kegiatan keagamaan.

Akan tetapi, diketahui terdapat mesjid di Korea Utara, satu-satunya masjid yang diizinkan berdiri di Korea Utara ini terletak di kompleks Kedubes Iran.
Masjid Ar Rahman adalah sebuah masjid di Korea Utara di halaman kedubes Iran di Pyongyang, dan dianggap sebagai masjid pertama dan satu-satunya di negara tersebut.

Masjid tersebut diasosiasikan dengan mazhab Syiah yang dominan di Iran, meskipun staf kedubes dari negara Islam lain di Korea Utara termasuk negara-negara Sunni seperti Indonesia dikabarkan mengunjungi masjid tersebut dan beribadah.

Masjid tersebut juga menjadi tempat salat Jumat yang dihadiri oleh staf kedubes Muslim dari berbagai negara tanpa memandang mazhab mereka.

Walau pun negara mayoritas Islam lainnya memiliki kedubes di Korea Utara, seperti Mesir, Libia, dan Pakistan, tidak ada satupun dari mereka yang memiliki masjid. Kurangnya masjid di Korea Utara karena kebijakan keagamaan dari negara tersebut.

Dikutip dari berbagai sumber diketahui, rezim Kim Jong-un ini membolehkan warga asing beragama membawa Al-Qur’an atau Alkitab masuk ke negara tersebut.

Namun dilarang untuk meninggalkannya, atau mencoba berkutbah kepada penduduk setempat. Karena penyebaran materi keagamaan di Korea Utara adalah kejahatan besar.

Selain Masjid Ar Rahman, ada lima gereja di Pyongyang yakni, Gereja Protestan Bongsu, Chilgol dan Jeil, Gereja Katedral Katolik Jangchung, dan Gereja Ortodoks Tritunggal Mahakudus Rusia .

Sebagian besar tempat ibadah ini digunakan oleh orang asing, meskipun dikabarkan ada warga Korea Utara yang rutin menghadiri ibadah di gereja.

Beberapa ahli mengatakan mereka adalah keturunan dari populasi Kristen yang pernah tumbuh subur di Korea Utara sebelum terbaginya wilayah semenanjung tersebut menjadi dua (selatan dan utara). ***

 

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *