BPBD Tojo Una-Una Gelar Sosialisasi IKD Tahun Anggaran 2025

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kabupaten Tojo Una-Una Tahun Anggaran 2025, Senin (25/8/2025).

Touna – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kabupaten Tojo Una-Una Tahun Anggaran 2025, Senin (25/8/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Ananda Ampana ini dibuka oleh Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, S.Sos, M.Si, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, Mohammad Asrar M. Ali, S.Ag, M.Pd.I , Tim Ahli dari Untad Palu.

Dalam sambutannya, Wabup Surya menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah, sangat menyambut baik dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala Pelaksana BPBD yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan ini, sebagai upaya Pemerintah Daerah untuk melakukan kajian risiko bencana yang terintegrasi dan terukur.

“Kajian ini mengacu pada pedoman umum yang telah ditetapkan oleh BNPB, sehingga setiap daerah termasuk Kabupaten Tojo Una-Una Wajib menyusun dokumen kajian risiko bencana sebagai dasar perencanaan pembangunan,” ujar Wabup.

Wabup Surya mengatakan, bahwa Kabupaten Tojo Una-Una memiliki kondisi geografis yang cukup kompleks. Daerah ini terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan, serta memiliki potensi ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Oleh karena itu, penyusunan dokumen kajian risiko bencana menjadi sangat krusial untuk menentukan tingkat kerentanan, kapasitas, dan ketahanan daerah dalam menghadapi bencana,” terangnya.

Wabup Surya menyebut, salah satu indikator penting dalam kajian ini adalah Indeks Ketahanan Daerah atau IKD, yang menggambarkan seberapa siap suatu daerah dalam menghadapi bencana dan seberapa kuat kemampuannya untuk bangkit pasca bencana.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan perhitungan IKD ini, kita dapat melihat potret sebenarnya tentang kondisi ketahanan Kabupaten Tojo Una-Una. Hasilnya akan menjadi rujukan bagi Pemerintah Daerah dalam merumuskan kebijakan, program, maupun kegiatan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana,” sebutnya.

Wabup menuturkan, Ketahanan Daerah tidak hanya dilihat dari kemampuan infrastruktur atau kesiapan BPBD semata, tetapi juga meliputi kesiapan masyarakat, kekuatan sosial, serta keterpaduan semua sektor pembangunan.

“Dengan kata lain, ketahanan daerah harus dibangun secara kolektif dan terintegrasi antara pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, akademisi, media, dan tentunya seluruh masyarakat,” tuturnya.

Untuk itulah, tambah Wabup, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kita semua, bahwa penanggulangan bencana bukan hanya urusan BPBD, melainkan urusan bersama demi keselamatan dan keberlanjutan pembangunan.

“Kita juga harus sadar bahwa bencana dapat terjadi setiap saat tanpa diduga. Namun dengan persiapan yang baik, dengan ketahanan daerah yang kuat, kita mampu meminimalkan dampaknya,” tambahnya

Untuk itu, Wabup mengajak seluruh peserta yang hadir untuk benar-benar mengikuti kegiatan ini secara serius, mencermati setiap penjelasan, serta aktif memberikan masukan agar hasil yang dicapai nantinya benar-benar bermanfaat.

“Kita harus mempersiapkan data dan informasi yang valid, sehingga indeks ketahanan daerah yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan dan dijadikan landasan untuk pengambilan kebijakan,” ajaknya.

Wabup berharap kedepan dokumen KRB dan hasil perhitungan IKD ini menjadi referensi penting bagi setiap OPD dalam merencanakan program pembangunan. Dengan demikian, setiap kebijakan pembangunan akan selalu mempertimbangkan aspek risiko bencana.

“Saya yakin jika kita bekerja sama, membangun sinergi, dan berkomitmen, ketahanan Kabupaten Tojo Una-Una akan semakin kuat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *