Gubernur Sulteng Akan Hadir MUKERWIL XII Wahdah Islamiyah di Ampana, Salah Satu Program Unggulan DIROSA

Touna – Tokoh Nasional Hingga Gubernur Hadiri MUKERWIL XII Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah di Ampana nantinya. Fokuskan Dakwah dan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an lewat Program DIROSA.

Kabupaten Tojo Una-Una menjadi tuan rumah, Musyawarah Kerja Wilayah (MUKERWIL) XII Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan tabligh akbar bersama tokoh nasional dan ulama terkemuka. Selasa (9/12/2025).

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Dr. K.H. Zaitun Rasmin, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Pusat Bidang Ukhuwah, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tengah, Habib K.H.S. Ali Bin Muhammad Aljufri, Lc., M.A. Kehadiran mereka dipalu, menegaskan pentingnya MUKERWIL sebagai momentum konsolidasi dakwah dan ukhuwah Islamiyah di Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan hangat antara Dewan Pengurus Wilayah Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah dan panitia MUKERWIL XII dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., Gubernur menyatakan kesediaannya hadir sekaligus membuka acara, apalagi jika Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz K.H. Zaitun Rasmin hadir, maka saya usahakan harus hadir di Ampana.

Selain konsolidasi organisasi, MUKERWIL XII juga menegaskan komitmen Wahdah Islamiyah dalam program kerja dakwah dan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an. Salah satu program unggulan yang akan lebih digencarkan adalah DIROSA (Pendidikan Dasar Al-Qur’an), sebuah metode pembelajaran Al-Qur’an yang sederhana, cepat, dan efektif bagi masyarakat umum, hanya dengan 20x Pertemuan bisa baca huruf Al-Qur’an.

“Program ini ditujukan untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an sekaligus memperkuat literasi keislaman di berbagai lapisan masyarakat.” ujarnya.

Dengan dukungan ulama, pemerintah, dan masyarakat, MUKERWIL Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah ke-12 di Ampana diharapkan menjadi wadah strategis untuk merumuskan langkah dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat, serta memperluas jangkauan program.

“DIROSA sebagai solusi nyata dalam meningkatkan kualitas keagamaan dan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an masyarakat Sulawesi Tengah.” imbuhnya. **/ FA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *