Kemendikdasmen Sulteng Gelar Bimtek Revitalisasi Bahasa Daerah Sejalan Dengan Visi Pembangunan Daerah
TIME SULTENG – Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Menggelar Bimbingan Teknis Pengajar Utama yang merupakan rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah Sulawesi Tengah Tahun 2026.
Menindaklanjuti kegiatan Rapat Koordinasi Antarinstansi dalam rangka Pelindungan Bahasa Daerah pada 26 Februari 2026 melalui ruang virtual Zoom. Yang dilaksanakan di Gedung Hotel Lawaka. Senin (13/4/2026).
Bimbingan teknis pengajar utama ini merupakan bagian penting dari upaya revitalisasi bahasa daerah, yang pada hakikatnya bukan sekadar menjaga warisan linguistik, tetapi juga merawat identitas, nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat kita.” Ungkap Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Viyayantisyah Latjuba, S.T., M.Si. sapaan akrab Wiwi
Wiwi mengatakan, Upaya revitalisasi bahasa daerah menjadi sangat penting di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, yang secara tidak langsung dapat menggeser penggunaan bahasa daerah, khususnya di kalangan generasi muda.
Peran pengajar utama dalam kegiatan ini sangatlah strategis. para pengajar utama diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menularkan pengetahuan, keterampilan dan semangat pelestarian bahasa daerah kepada para guru dan peserta didik di sekolah.
Melalui bimbingan teknis ini, saya berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi dalam mengajarkan bahasa daerah secara menarik, inovatif dan kontekstual, sehingga bahasa daerah tidak hanya dipelajari, tetapi juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut sebut Wiwi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan masyarakat dalam upaya pelestarian bahasa daerah secara berkelanjutan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una sangat mendukung segala bentuk program yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan bahasa daerah, karena hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu mewujudkan masyarakat yang religius, maju, adil dan sejahtera berbasis sektor unggulan yang berkelanjutan.

Saya juga berharap agar hasil dari kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan minat dan kemampuan generasi muda dalam menggunakan bahasa daerah. Kita tidak ingin bahasa daerah hanya menjadi kenangan, tetapi harus tetap hidup, berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern.
“Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan kerja keras dari kita semua untuk terus menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya.” Ucap Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Viyayantisyah Latjuba, S.T., M.Si., Mewakili Bupati.
Turut Hadir Kepala UPT Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Beserta Jajarannya, Para Narasumber, Fasilitator dan Pengajar Utama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tojo Una-Una dan Para Peserta Bimte. ***


