Dua Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Istana Pastikan Program Koperasi Merah Putih Tetap Jalan
Time Sulteng, Jakarta – Istana Kepresidenan buka suara terkait meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyatakan bahwa peristiwa tersebut telah dijelaskan secara rinci oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan). Dikutip INews 🆔
Menurut Wamensesneg, penanganan insiden akan dilakukan secara optimal namun dipisahkan dari keberlanjutan program pemerintah.
Ia menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih tetap akan berjalan sesuai rencana, sementara langkah mitigasi dan evaluasi akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kegiatan.
Sebelumnya, Kemhan telah merilis keterangan resmi dan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya kedua peserta tersebut.
Mereka adalah Anisa Muyassaroh (Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan) yang meninggal pada 18 Juni akibat heat stroke, dan Yonanda Muhammad Taufiq (Puslatpur Kodiklatad Baturaja) yang meninggal sehari sebelumnya akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Keduanya sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Kemhan menegaskan bahwa kedua peserta telah lolos seleksi administrasi dan kesehatan serta dinyatakan layak sebelum mengikuti pendidikan. Pihak Kemhan juga menyatakan keselamatan peserta adalah prioritas utama dan berjanji akan mengevaluasi seluruh pelaksanaan program ke depannya. ***


