Tepati Janji Temu, Gubernur Anwar Hafid Datangi Suku Ta’a Wana Desa Mire, Bawa Program Beasiswa Penuh “Berani Cerdas”

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyapa secara akrab dan hangat warga serta anak-anak masyarakat Suku Ta’a Wana Desa Mire, Kecamatan Ulu Bongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa (4/8/2026).

Timesulteng, TOJO UNA-UNA – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., secara resmi melaksanakan kegiatan tatap muka dan dialog langsung bersama masyarakat Suku Ta’a Wana di Desa Mire, Kecamatan Ulu Bongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa (4/8/2026).

Kunjungan ini merupakan perwujudan janji yang disampaikan Gubernur setelah sebelumnya warga Desa Mire mendatangi beliau di rumah jabatan untuk menyampaikan kondisi wilayah mereka.

“Beberapa waktu lalu ada warga dari Desa Mire yang datang sampai ke rumah jabatan saya untuk bercerita mengenai keadaan di sini. Saya berjanji saat itu bahwa suatu saat saya akan datang ke sini, dan hari ini saya berdiri di hadapan Bapak Ibu sekalian,” ujar Gubernur Anwar disambut antusiasme warga yang luar biasa.

“Terima kasih banyak atas sambutan yang disiapkan. Saya kira awalnya hanya akan berbicara santai seperti biasa, ternyata sambutannya sangat besar. Mudah-mudahan dengan ini, Desa Mire dan seluruh wilayah Ulu Bongka Insya Allah tidak akan pernah hilang dari ingatan saya selama saya menjabat sebagai Gubernur,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar memperkenalkan secara rinci program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bernama “Berani Cerdas”. Program ini berfokus pada peningkatan akses pendidikan di bawah kewenangan provinsi, yakni jenjang SMA, SMK, SLB, hingga jenjang Perguruan Tinggi.

“Sekolah jenjang SD dan SMP adalah wewenang Bupati, sedangkan SMA, SMK, SLB dan kuliah adalah urusan Gubernur. Melalui program Berani Cerdas ini, kami menanggung biaya kuliah mahasiswa mulai dari semester awal hingga lulus sarjana di semester delapan, baik kuliah di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, termasuk di daerah Ampana,” jelas Anwar.

Gubernur menjelaskan bahwa sejak menjabat pada tahun 2023 hingga 2025, program ini sudah membiayai sekitar 30.000 mahasiswa. Pada tahun 2026 ini, jumlah penerima diprediksi akan mencapai hampir 50.000 orang. Bahkan untuk biaya pendidikan yang tinggi seperti Fakultas Kedokteran yang mencapai Rp20 juta per semester, pemerintah provinsi tetap menanggungnya sepenuhnya.

“Tujuan besar kami adalah agar setiap desa di Sulawesi Tengah nantinya memiliki satu orang dokter. Selain itu, siswa SMA dan SMK yang kurang mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta, juga akan kami berikan beasiswa agar tidak ada anak putus sekolah karena terhalang biaya,” tegasnya.

Gubernur juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak menyerah dan menjadikan pendidikan sebagai jalan mengubah nasib, sebagaimana perjalanan hidup beliau sendiri.

“Ada pepatah orang tua dahulu: dua modal hidup, ada coklat dan ada sekolah. Kalau tidak ada coklat, maka harus ada sekolah. Saya berasal dari kampung yang jauh di Morowali dulu, kondisinya bahkan lebih tertinggal dibandingkan Desa Mire saat ini. Namun karena saya terus bersekolah dan berjuang, akhirnya bisa sampai di titik ini. Pendidikan adalah kunci, kalau kita perbaiki SDM, Insya Allah dalam 10 hingga 20 tahun ke depan daerah ini akan melesat maju,” ungkapnya memotivasi warga.

Gubernur juga telah menitahkan Dinas Pendidikan Provinsi untuk segera meninjau kebutuhan pendirian atau pengoptimalan keberadaan SMA Negeri di wilayah Ulu Bongka guna mendukung akses pendidikan warga setempat.

Turut mendampingi dalam kunjungan ini: Kadis ESDM Provinsi Dr. Arfan, M.Si., Kadis Pertanian Dodot Tinarso, S.Sos., M.T., Kadis BUPR Dr. Faidul Kete, S.T., M.T., perwakilan Kapolres Tojo Una-Una Wakapolres Kompol Junus Djoni Achpah, serta perwakilan Dandim 1307/Poso Danramil Ratolindo Kapten Cke. Risman. **/ CH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *