Cerita Korban di Untad: Dipukul, Ditelanjangi, Disulut Rokok Hanya Karena Bermain HP Saat Kuliah

Korban menyampaikan keterangan terkait dugaan dan penganiayaan yang dialaminya di lingkungan kampus Universitas Tadulako, di Palu.

Timesulteng, PALU — Cerita pilu mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako berinisial KRG diungkapkan setelah ia melaporkan dua seniornya ke Polresta Palu atas dugaan penganiayaan, Selasa (6/10/2026).

Semua bermula saat KRG mengakui bermain ponsel saat dosen menjelaskan materi mata kuliah Perkembangan Arsitektur. Dosen tersebut menegur KRG dan sempat menangis.

KRG pun dua kali datang ke ruangan dosen untuk meminta maaf, namun justru diberi sanksi tidak boleh mengikuti mata kuliah tersebut hingga akhir semester.

Tak berhenti di situ, dua kakak tingkat (senior) yang diduga mendapat informasi dari dosen tersebut memanggil KRG beserta dua temannya seusai salat Maghrib.

“Pertama-tama itu saya ditanya: ‘kau yang bikin menangis dosenku?’ Saya jawab tidak. Langsung dipukul,” ungkap KRG.

Kekerasan terus berulang. Dari lokasi pertama, KRG dibawa ke Laboratorium Arsitektur dan dipukul lagi. Kemudian di gazebo kampus, ia ditelanjangi hingga hanya tersisa celana dalam.

“Saya sudah kasih malu dosen, jadi kamu juga harus ikut malu,” ujar KRG menirukan ucapan seniornya.

Tak hanya itu, puntung rokok disulutkan ke tangan kirinya. Kejadian itu disaksikan oleh belasan orang lainnya.

Akibat peristiwa tersebut, KRG mengalami sakit pada telinga dan lengan, sakit kepala, pipi bengkak, serta nyeri di paha dan perut.

Laporan dengan nomor LP/B/1196/X/2026/SPKT/Polresta Palu/Polda Sulteng kini sedang dalam proses penyelidikan.

Kasus ini kembali menyoroti praktik kekerasan senior-junior yang masih terjadi di lingkungan perguruan tinggi.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak kampus. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *