Investasi Tambang Menggurita di Sulteng: HIPKA Sorot Rendahnya Keterlibatan Pengusaha Lokal

Ketua Bidang Pertambangan BPW HIPKA Sulteng, Itho Murthada SM (kanan), saat menjadi narasumber dalam Podcast JMSI Sulteng yang dipandu Rony Shandy (kiri), Sabtu (3/10/2026). — Foto: Istimewa

Timesulteng, SULTENG — Derasnya investasi tambang yang masuk ke Sulawesi Tengah ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh pengusaha lokal. Ketua Bidang Pertambangan BPW HIPKA Sulteng, Itho Murthada SM, menyoroti kesenjangan tersebut saat menjadi narasumber Podcast JMSI Sulteng, Sabtu (3/10/2026).

Itho menyampaikan bahwa tujuan utama pembukaan sektor tambang menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan menyumbang pendapatan negara harus diikuti pertanyaan kunci: siapa yang menikmati manfaat ekonomi tersebut?.

Mengutip data yang disampaikan Gubernur Sulteng pada wawancara RRI, 2 September lalu, sekitar 65% kebutuhan pokok di kawasan tambang Morowali dan Morowali Utara masih dipasok dari luar daerah, sementara pengusaha lokal baru terlibat sekitar 35%.

“Artinya keterlibatan para pengusaha lokal dalam konteks ini masih sangat rendah,” ujar Itho.

Rendahnya keterlibatan ini membuat uang yang seharusnya berputar di daerah justru kembali mengalir keluar. Tantangan utamanya bukan semata soal kompetensi, banyak perusahaan lokal sebenarnya mampu, melainkan akses jaringan dan kepercayaan bisnis.

HIPKA kini menyiapkan database pengusaha lokal sebagai jembatan koneksi dengan perusahaan tambang besar.

Di sisi lain, adanya aturan baru Kementerian ESDM yang mewajibkan keterlibatan pengusaha lokal disambut positif.

Harapannya ini kemudian bisa dieksekusi, tidak selesai pada ranah kebijakan saja.

“Kalau mayoritas dari aktivitas ekonomi ini dikerahkan oleh para pengusaha lokal maka uang itu beredar di Sulawesi Tengah, berputar di Sulawesi Tengah, tidak dibawa ke Jakarta apalagi dibawa ke luar negeri,” tegasnya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan investasi bukan hanya seberapa besar modal masuk, tetapi seberapa besar nilai ekonomi itu berputar dan menciptakan kesejahteraan di daerah itu sendiri. **/ JMSI Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *