Iran: Siap Hadapi Perang Maupun Negosiasi, Selat Hormuz Tak Dibuka Sebelum 7 Tuntutan Dipenuhi AS
Timesulteng, TEHERAN — Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan negaranya siap menghadapi semua opsi dalam konflik melawan Amerika Serikat, baik jalur negosiasi maupun pertempuran.
Hingga kini, konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 belum menunjukkan titik terang, dan jadwal negosiasi kedua pihak pun belum jelas .
“Kami hadir di medan pertempuran dengan segenap kekuatan dan akan menghadapi mereka dengan kejutan-kejutan baru,” kata Ghalibaf di hadapan parlemen, Senin (5/10/2026), dikutip dari Anadolu.
“Kami juga menggunakan sarana diplomasi untuk menegaskan keunggulan di bidang militer serta memperjuangkan hak-hak rakyat Iran,” tambahnya.
Menanggapi usulan baru yang disampaikan AS melalui negara mediator setelah Iran mengajukan proposal pembukaan Selat Hormuz dalam tujuh hari, Ghalibaf menegaskan kembali: jalur strategis tersebut tidak akan dibuka sampai tujuh tuntutan Iran dipenuhi Amerika Serikat.
Ketujuh poin tuntutan itu merujuk pada Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang diteken oleh kedua negara pada 17 Juni 2026, namun batal sejak awal Juli menyusul serangan AS.
Di antara tuntutan utama adalah penghentian blokade maritim AS yang menghambat ekspor minyak Iran serta pencairan aset Iran yang dibekukan. **/ iNews.id


