Pembangunan Jalan Akses Seko Luwu Utara Dimulai, di Targetkan Selesai 2027

Pembangunan jalan akses menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan resmi berjalan

TIME SULTENG – Pembangunan jalan akses menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan resmi berjalan. Kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel ini diharapkan bisa mengakhiri keterisolasian wilayah tersebut sekaligus dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, pengerjaan jalan dilakukan secara bertahap dengan pendanaan dari APBN dan APBD Provinsi.

“Pengerjaan jalan Seko melalui APBN telah dimulai, dan insya Allah melalui APBD Provinsi dalam waktu dekat juga akan berjalan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian jalan Seko secara bertahap,” ucapnya.

Meski menghadapi efisiensi anggaran, kata gubernur, pembangunan program strategis tetap menjadi prioritas sesuai kemampuan keuangan daerah. Ia juga meminta dukungan masyarakat dan memohon maaf atas potensi gangguan akses selama proses pembangunan.

Anggaran Total Rp 68 Miliar
Dikutip dari laman resmi sulselprov.go.id, total anggaran proyek mencapai Rp 68 miliar – Rp48 miliar dari KemenPU dan Rp 20 miliar dari Pemprov Sulsel.

Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Muhammad Rosyadi menjelaskan, paket pekerjaan dari Kemen PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel sudah memiliki kontrak yang ditandatangani sejak 19 Desember 2025 dan pengerjaannya sudah berjalan.

Sementara paket dari Pemprov masih dalam tahap penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). Akses Sebelumnya Sangat Ekstrem Wilayah Seko selama ini memiliki akses yang sangat terbatas, dengan jalur yang didominasi jalan berlumpur, berbatu, dan bahkan harus melewati jembatan kayu. Sebelumnya Pemprov Sulsel telah membuka akses sepanjang 15,45 kilometer melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD).

Ruang lingkup proyek meliputi pembangunan jalan aspal, penanganan longsor, serta peningkatan jalan eksisting dengan kemungkinan pengalihan trase di beberapa titik. KemenPU fokus pada peningkatan jalan eksisting, sedangkan Pemprov menangani titik-titik longsor pada psegmen berbeda. Target Selesai 2026, Tembus Seko Hingga 2027 Proyek ditargetkan selesai 100 persen pada tahun anggaran 2026. Sedangkan target tembus penuh hingga wilayah Seko direncanakan akan tercapai secara bertahap hingga tahun 2027.

“Koordinasi antara kedua pihak terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pekerjaan di lapangan,” ujar Rosyadi.

Diharapkan dengan terbukanya akses jalan ini, distribusi logistik akan semakin lancar dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Luwu Utara. **/ Rudy A.Mairi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *