Celoteh Pedagang Makanan, Akibat PHK Ribuan Pekerja Industri Nikel
TIME SULTENG – Gonjang-Ganjing akibat PHK di sektor industri nikel di Kabupaten Morowali Utara, berdampak “buruk” terhadap pelaku usaha, khusus disektor kuliner.
Dari hasil pantauan langsung di lapangan, sejumlah pelaku usaha kuliner, mengeluh akibat di picu PHK ribuan tenaga kerja industri nikel di kawasan PT.SEI
“Tahun-tahun sebelumnya, pemasukan perhari sangat lumayan pak, setelah terjadi PHK ribuan tenaga kerja, pelanggan makanan langsung menurun drastis, itu pun kalau sehari bisa dapat pembeli Rp 300 ribu sudah bersyukur, namun sekarang dapat Rp 100 ribu saja perhari sudah susah,” keluh ibu Sumarni pedagang makanan di Desa Bunta, Sabtu 25/4/2026.
Hal senada pelaku usaha jualan makanan gorengan, ikut kena imbasnya, terkadang pembeli hanya bisa mencapai Rp 100 ribu
“Sementara dihitung hitung, harga bahan adonan goreng tidak seimbang dengan pembeli, dari pada tutup, gorengan dibatasi sesuai permintaan pasar yang semakin sepi akibat PHK,” kata penjual gorengan.
Meski demikian pengelola rumah makan Padang Berkah 75 di Desa Bunta, masih bisa bertahan, pasalnya masyarakat umum yang biasa melintas dari Kolonodale ke Desa Tompira atau sebaliknya biasa mampir sejenak menikmati masakan Padang.
“Efek dari ribuan karyawan industri nikel, memang berdampak sekali terhadap pelaku usaha kuliner, meski demikian, usaha kami rumah makan Padang Berkah 75, masih bisa bernafas karena masyarakat umum yang biasanya melintas bisa mampir makan, sementara dari kalangan pekerja industri nikel yang biasa mampir makan kini menurun drastis,” ujar Cece pengelola rumah makan Padang Berkah 75. **/ Rudy A.Mairi


