Israel Kecam Perjanjian Damai AS-Iran: AS di Jalur Bentrok dengan Kami

Para politisi Israel mengungkapkan ketidaksenangan mereka atas perjanjian damai antara AS dengan Iran (Foto: X/Emmanuel Macron)

Time Sulteng, Yerusalem – Para politisi di Israel menyatakan ketidaksenangan dan kritik keras terhadap perjanjian damai yang disepakati antara Amerika Serikat dan Iran.

Perjanjian yang berupa Nota Kesepahaman (MoU) tersebut diteken secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni 2026 di Islamabad, yang menandai berakhirnya konflik bersenjata yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Salah satu kritik paling tajam disampaikan oleh Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel, Miki Zohar. Melalui pernyataannya yang dikutip media Ynet, ia menilai sikap dan langkah pemerintah AS dalam bernegosiasi dengan Iran adalah langkah yang keliru.

“Perilaku AS saat ini terkait masalah Iran tidak baik. Mereka tidak paham siapa yang mereka hadapi,” tegas Zohar pada Rabu (24/6/2026).

Ia bahkan menegaskan bahwa kebijakan tersebut menempatkan AS dalam posisi yang bertentangan dengan Israel. Menurutnya, kepentingan keamanan Israel adalah prioritas utama dan akan menentukan langkah ke depan, termasuk opsi militer.

“AS akan berada di jalur bentrok dengan Israel dalam waktu dekat, dan respons kami terhadap AS tidak akan otomatis. Kepentingan keamanan kami akan menentukan langkah militer,” ujarnya.

Selain itu, Zohar juga meragukan efektivitas kesepakatan tersebut. Ia meyakini perjanjian itu tidak akan mampu menyelesaikan masalah inti, khususnya terkait program senjata nuklir Iran, dan memperkirakan konflik akan kembali terjadi lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.

“Menurut saya, kesepakatan AS tidak akan menyelesaikan masalah senjata nuklir dan fase perang akan kembali lebih cepat dari yang diperkirakan orang,” tambahnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *