Ribuan Warga Padati Teheran, Serukan Balas Dendam di Pemakaman Ali Khamenei

Ratusan ribu warga Iran memadati Teheran untuk mengikuti prosesi pemakaman Ali Khamenei pada Sabtu (4/7/2026). (Foto: AP)

Time Sulteng, Teheran – Ratusan ribu warga Iran memadati ibu kota Teheran pada Sabtu (4/7/2026) untuk mengikuti rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Israel pada 28 Februari lalu. Dikutip iNews.id

Suasana duka mendalam menyelimuti kota saat para pelayat mengiringi peti jenazah yang dibalut bendera negara dan disemayamkan di Grand Mosalla, di mana banyak di antara mereka menangis, memukul dada, dan menyerukan balas dendam terhadap Israel serta Amerika Serikat.

Di samping jenazah Khamenei, juga disemayamkan peti anggota keluarganya yang turut gugur dalam serangan tersebut. Prosesi ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga dinilai memperkuat legitimasi kepemimpinan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru di tengah situasi kawasan yang masih memanas.

Keamanan di lokasi diperketat dengan kehadiran polisi bersenjata dan pemeriksaan ketat bagi setiap pengunjung, sementara relawan bergerak aktif membagikan air serta menyemprotkan air ke kerumunan untuk meredakan panasnya cuaca musim panas.

Bagi warga yang hadir, kehadiran mereka merupakan wujud cinta kasih kepada sosok yang dianggap sebagai ayah sekaligus komitmen kuat untuk membela negara dan sistem pemerintahan.

Di tengah prosesi duka, ketegangan politik kembali meningkat. Kepala negosiator Iran, Kazem Gharibabadi, secara tegas memperingatkan Inggris dan Prancis terkait rencana patroli militer bersama di Selat Hormuz, menegaskan bahwa keamanan perairan tersebut adalah tanggung jawab negara pesisir dan pihak yang memicu krisis akan bertanggung jawab.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran kini sangat menginginkan perdamaian setelah mendapatkan tekanan berat, dan mengaku memberikan waktu jeda selama satu minggu khusus untuk keperluan pemakaman.

Rangkaian acara ini dijadwalkan berlangsung hingga 9 Juli mendatang, di mana jenazah akan dibawa ke beberapa kota di Iran dan Irak sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad, dengan pemerintah menetapkan penutupan jalan, wilayah udara, dan penghentian sejumlah aktivitas sebagai bentuk berkabung nasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *