Jalin Sinergi, Aliansi Muslim Touna Serahkan Enam Poin Rekomendasi Keamanan dan Ketertiban kepada Kapolres

Kapolres Tojo Una-Una AKBP Yanna Djayawidya menerima secara langsung dokumen berisi enam poin rekomendasi keamanan dan ketertiban dari perwakilan Aliansi Muslim Kabupaten Tojo Una-Una, disaksikan jajaran perwira Polres serta pengurus MUI dan perwakilan ormas Islam, dalam audiensi yang berlangsung di Aula Bhakti Satria

Timesulteng, TOJO UNA-UNA – Sebagai wujud kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah, Aliansi Muslim Kabupaten Tojo Una-Una yang bernaung di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan audiensi resmi dengan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tojo Una-Una, Senin (10/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung khidmat di Aula Bhakti Satria Polres Touna ini diterima langsung oleh Kapolres AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Intel, serta Kapolsek Ampana Kota.

Turut hadir Wakil Ketua, Sekretaris, Koordinator Bidang Fatwa MUI Touna, serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris MUI Touna, Ustad Fadli Nani, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan langkah nyata menjembatani aspirasi umat dan masyarakat kepada aparat penegak hukum.

“Kami hadir bukan untuk mengintervensi tugas kepolisian, melainkan ingin menyampaikan apa yang menjadi harapan dan perhatian bersama agar keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat Tojo Una-Una senantiasa terjaga,” ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut, Aliansi Muslim Touna secara resmi menyerahkan enam poin rekomendasi strategis yang menjadi perhatian utama masyarakat saat ini:

1. Agar tidak menerbitkan izin keramaian yang berpotensi melanggar nilai-nilai agama, budaya, serta norma kesusilaan yang hidup di masyarakat;

2. Membatasi waktu pelaksanaan kegiatan atau izin keramaian paling lambat pukul 23.30 WITA demi ketertiban dan istirahat warga;

3. Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dan menyelesaikan secara tuntas kasus peredaran serta penyalahgunaan narkoba dan minuman beralkohol yang semakin meresahkan;

4. Tidak memberikan ruang maupun fasilitas untuk kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan hukum dan norma agama, termasuk praktik yang berkaitan dengan LGBT;

5. Membangun sinergitas yang lebih erat antara Polres, Pemerintah Daerah, dan organisasi kemasyarakatan dalam melaksanakan patroli rutin;

6. Menindak tegas dan mengusut tuntas kasus perjudian serta praktik sabung ayam yang marak terjadi di berbagai wilayah.

Aliansi berharap rekomendasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan berharga bagi kepolisian dalam menyusun langkah operasional, sehingga tercipta suasana yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Yanna Djayawidya menyambut baik dan menerima seluruh masukan yang disampaikan.

Ia menegaskan bahwa kehadiran perwakilan masyarakat merupakan bentuk dukungan sekaligus mitra penting kepolisian.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan. Masukan ini akan menjadi catatan penting bagi kami dalam bekerja. Sinergi antara Polri, pemda, dan elemen masyarakat adalah kunci utama keberhasilan penegakan hukum,” tegasnya.

Audiensi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mempererat komunikasi dan kerja sama, guna menjadikan Tojo Una-Una sebagai wilayah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur agama serta budaya. **/ CH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *