Y.PAL Gelar FGD Lindungi Hutan DAS Towomba, Dorong Kebijakan Daerah Lindungi Wilayah dari Ancaman Pertambangan
Timesulteng, TOUNA — Yayasan Panorama Alam Lestari (Y.PAL) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Melindungi Hutan Alam pada DAS Towomba dari Ancaman Perluasan Pertambangan di Kabupaten Tojo Una-Una”.
Kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Hotel Lawaka, Selasa (30/9/2026), dan resmi dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Mohammad Asrar Mohamad Ali.
Hadir dalam kegiatan Camat Tojo Barat, Kepala KPH Sivia Patuju, para akademisi, pegiat lingkungan, organisasi masyarakat, pemangku kepentingan, serta Kepala Desa dan aparat Desa Tanamawau beserta anggota BPD.
Direktur Y.PAL Poso, Yopy Hary, menjelaskan bahwa wilayah Tojo Barat yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Soyojaya, Morowali Utara, menghadapi tekanan tinggi akibat laju pertambangan nikel yang pesat di wilayah tetangga.
Di tengah kebijakan hilirisasi nasional, potensi invansi pertambangan ke wilayah Tojo Barat dinilai cukup tinggi.
Di satu sisi, masyarakat menginginkan wilayah dikelola secara baik melalui pertanian, perkebunan, dan potensi hasil hutan berbasis kearifan lokal.
“Mereka menyadari wilayah ini merupakan daerah aliran sungai yang jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan bahkan ancaman bencana hidrometeorologi,” ujar Yopy.
Y.PAL menawarkan instrumen kebijakan berupa izin kelola sosial selama 35 tahun, agar hutan dapat dikelola secara berkelanjutan dan dikontrol langsung oleh masyarakat.
Yopy berharap praktik baik yang telah dijalankan di Desa Tanamawau dapat diadopsi menjadi kebijakan daerah, sehingga manfaatnya meluas ke desa-desa lain secara mandiri. **/ CH


