Delis-Djira Pasangan Kepala Daerah Paling Mesra di Sulteng, Ini Rahasianya

TIMESULTENG – Seandainya ada lembaga survey yang menilai hubungan alias relationship pasangan kepala daerah, maka duet Dr dr Delis Julkarson Hehi, MARS dan H. Djira, K, S.Pd, M.Pd pantas untuk menerimanya.

Banyak orang mengagumi pasangan Delis-Djira selama tiga tahun empat bulan memimpin Morowali Utara karena tidak pernah terdengar ada silang pendapat apalagi keretakan hubungan baik secara personal, keluarga maupun dalam pengambilan keputusan atau kebijakan.

Karena itu, dalam jumpa pers usai mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati/Wabup Morut dalam Pilkada 2024 di Kanor KPU Morut, Kamis petang, pasangan dengan tagline ‘DIA’ itu ditanya jurnalis apa rahasianya.

“Sebagai calon petahana, mengapa bapak masih memilih pak Haji Djira sebagai pasangan,” tanya seorang jurnalis.

Delis dan Djira yang sering digelar pasangan pendeta dan ustad itu menjawab secara tangkas dengan kalimat-kalimat yang mengalir tanpa terantuk sedikitpun.

Delis yang selalu menyapa H.Djira dengan panggilan ‘Kanda’ (kakanda) itu berucap: ketika kami medaftar pada pilkada 2020, banyak yang menilai bahwa wakil bupati itu hanya ibarat ban serep saja sehingga duet ini akan bubar di tengah jalan.

“Kami menunjukkan bahwa kakanda saya wakil bupati ini adalah mitra kerja kami yang mengerjakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, saling memahami posisi masing-masing, sebagai unsur yang sangat penting dalam harmonisasi hubungan,” ujar Delis, politisi Partai Hanura yang sukses menambah empat kursi dari satu kursi menjadi lima kursi di DPRD Morut periode 2024-2029.

Kata Delis, hubungan harmonis ini sudah kami tunjukkan kepada masyarakat sebagai teladan, karena masyarakat mau hidup tenteram dan damai kalau pemimpinnya sendiri tidak memberi contoh.

“Karena itu kami bisa mengklaim bahwa Delis-Djira ini adalah pasangan incumbent’ (petahana) yang paling mesra di Sulawesi Tengah,” ujar Delis yang disambut tepuk tangan riuh ratusan orang yang berada di sekitar kantor KPU Morut.

H. Djira yang berkarir sebagai guru dengan jabatan birokrasi terakhir selaku Kepala Dinas Pendidikan Morut kemudian menyambung penjelasan Delis yang selalu ia sapa sebagai adinda tersebut.

“Rahasianya sebenarnya sangat sederhana, yakni bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pembagian tugas bupati dan wabub itu kan sudah diatur dalam berbagai peraturan dan undang-undang. Itu yang kami jalankan secara konsisten,” ujar tokoh yang rendah hati dan suka berkelakar itu.

“Kalau ada yang melampaui dari apa yang sudah diatur, terlalu mencampuri satu dengan yang lain, dipastikan akan terjadi gejolak, dan yang dirugikan adalah masyarakat,” kata Ketua Komda Alkhairaat Morut ini.

Hubungan harmonis pasangan kepala daerah di kabupaten yang konon memiliki pontensi tambang nikel terbesar di dunia, tidak hanya ditunjukkan oleh Delis-Djira tetapi kedua istri mereka.

Bila ibu Febriyanti Hongkiriwang (istri Delis J. Hehi) dan Widyawati Malla (istri H. Djira) bertemu dalam kesempatan apapun, mereka selalu akrab, banyak senyum, bahkan kostum pun serasih, selalu duduk berdampingan dan ramah kepada semua orang.

“Harmonisnya hubungan Delis-Djira selama berpartner 40 bulan terakhir memimpin Morowlai Utara ini merupakan cermin harmonisnya kehidupan masyarakat Morut sehari-hari,” ujar H.Djira yang usianya terpaut 12 tahun lebih senior dibanding Delis Julkarson Hehi itu. (RoMa/Ale/Ryo)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *