Dosen dan Mahasiswa FKH UB Kembangkan Bisnis Peternakan Sapi Perah, Berkelanjutan di KUD Sembada Puspo, Pasuruan
Pasuruan – Dampak pemanasan Global sangat berdampak nyata tehadap berbagai sektor, salah satunya adalah sektor peternakan sapi perah yang sudah berjalan sejak lama di Indonesia.
Dampak nyata yang dimaksud adalah munculnya penyakit emerging dan re-emerging yang mewabah di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Penyakit tersebut menyebabkan efek domino bukan hanya pada sektor peternakan namun juga berdampak pada sektor ekonomi dimana saya beli Masyarakat menjadi menurun karena adanya kerugian sangat besar akibat penurunan produksi bahkan kerugian adanya kematian tenak.
Dampak berikutnya dari efek pemanasan Global adalah pergantian musim yang tidak menentu serta meningkatnya suhu permukaan di Bumi sehingga menyebabkan ketersedian hijauan untuk pakan ternak khususnya ruminansia menjadi sangat terbatas.
Disisi lain, kesulitan ketersedian air bersama juga menjadi efek yang tidak bisa dihindari yang mana air adalah kebutuhan pokok dari ternak.
Permasalahan diatas juga menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh peternak yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Sembada Puspo, Pasuruan Jawa Timur. KUD Sembada Puspo merupakan salah satu produsen susu segar dengan produksi diatas 25 ton per hari serta memiliki anggota diatas 3000 orang.
Oleh karena itu tim Dosen dan Mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya Malang melaksanakan program pemberdayaan kemitraan Masyarakat sebagai wujud upaya untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada dilokasi tersebut.
Adapun program ini diketuai oleh drh.Dwi Kristanto,M.Sc, dari FKH UB dengan anggota drh.Widi Nugroho,PhD dan Danung Nur Adli,SPt,MSc yang merupakan Dosen dari FKH dan Fakultas Peternakan UB serta didukung dan Danai oleh Direktorat riset, Teknologi dan pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.tahun anggaran 2024
Program ini dilakukan di KUD Sembada Puspo untuk mendukung peternakan sapi perah yang berkelanjutan, meliputi program sosialisasi reformulasi pakan serta penggunaan fitofarmaka dan nutrasetikal dalam rangka untuk menurunkan emisi gas buang dan meningkatkan produktivitas ternak.
Program ini berhasil meningkatkan kesadaran peternak akan pentingnya mengurangi emisi gas rumah kaca dari peternak melalui pemahaman yang lebih baik, mengenai proses produksi gas metana pada sapi perah, serta peternak dapat menerapkan praktik-praktik pengelolaan yang lebih baik, seperti pemberian pakan yang berkualitas dan pengaturan pola makan yang tepat
Program silosialisasi dan pelatihan untuk prevensi penyakit emerging dan re-emerging. Sosialisasi ini didukung oleh narasumber drh. Sugeng Widodo, MM yang kompoten dan telah lama memiliki pengalaman dibidang kesehatan ternak ruminansia berbagai jenis penyakit menular yang dapat menyerang sapi perah serta langkah-langkah pencegahan yang efektif
Pelatihan praktik ini juga memberikan pemahaman dasar terkait diagnosa dini dan tindakan awal sebagai upaya meningkatkan kemampuan peternak dalam menjaga kesehatan ternak, Sub program ketiga adalah sosialisasi dan implementasi penerapan biosecurity.
Narasumber dalam program ini adalah Dr.drh.Raicadonna Raissa,M.Si yang merupakan Dosen dari FKH UB.
Penerapan prinsip-prinsip biosecurity yang ketat merupakan kunci dalam mencegah penyebaran penyakit melalui sosialisasi dan demostrasi langsung, peternak diajarkan cara mengelola kebersihan kandang, mengisolasi hewan sakit dan menerapkan prosedur sanitasi yang benar, Selain itu Sub program ini juga dilakukan proses pemasangan instalasi biosecurity di KUD Sembada Puspo sebagai upaya untuk mencegah masuknya agen penyakit diwilayah peternakan.
Sub program berikutnya adalah introduksi pakan hijauan tinggi protein dalam rangka mitigasi kelangkaan pakan pada musim kemarau.
Pakan merupakan faktor penting dalam rangka program produktivitas sapi perah. Program ini memberikan alternatif pakan yang berkualitas tinggi dan mudah diperoleh, terutama pada musim kemarau ketika ketersedian pakan alami terbatas.
Dengan demikian peternak Dapat menjaga produksi susu sapi perah tetap stabil sepanjang tahun.
Program ini juga mengimplementasikan secara langsung penanaman bibit indigofera sebanyak 500 bibit yang diberikan kepada anggota KUD setempat Sub program terakhir adalah program penyediaan air bersih untuk ternak di daerah pegunungan, Ketersedian air bersih yang cukup dan berkualitas merupakan kebutuhan dasar bagi ternak.
Program ini memberikan solusi praktis bagi peternak di daerah pegunungan dalam memenuhi air bersih ternak mereka, baik melalui penampungan air hujan, maupun penggunaan filter air.
Program pemberdayaan kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan dari bulan Mei hingga Agustus 2024 dengan total sasaran peternak yang terdampak langsung dari program ini. Adalah 30 KK merupakan ketua kelompok ternak yang menjadi kepanjangan tangan KUD Sembada Puspo telah berhasil mencapai sejumlah tujuan yang signifikan, kontribusi nyata dalam upaya mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh peternak baik terkait dengan produktivitas ternak, kesehatan hewan maupun dampak lingkungan.
Keberhasilan program ini tentunya tidak lepas dari peran besar dan kontribusi dari DRTPM Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Ketua KUD Sembada Puspo, Purwo Budi S,SE Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UB dan LPPM UB yang memberikan dukungan dalam pelaksanaan ini.
Program ini diharapkan dapat dilanjutkan ditahun berikutnya agar dampak nyata dari program ini dapat terus dirasakan oleh peternak, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan peternak (***)
Rudy A.Mairi


