Lebih 30 Warga Sipil Iran Gugur, 7 Tentara Tewas Diserang Rudal AS
Time Sulteng, Teheran, – Rangkaian serangan militer Amerika Serikat ke wilayah Iran yang berlangsung sejak 7 Juli hingga Rabu (15/7/2026) memakan korban jiwa besar.
Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menyatakan, setidaknya lebih dari 30 warga sipil tewas, di mana serangan tanggal 11 Juli saja menewaskan minimal 17 orang.
Secara keseluruhan, jumlah korban luka diperkirakan mencapai 260 orang hingga pertengahan pekan ini .
Serangan paling mematikan terhadap sasaran militer terjadi pada Rabu dini hari, saat 13 rudal AS menghantam Garnisun Bampur dekat Iranshahr, Provinsi Sistan dan Baluchestan.
Militer Iran mengonfirmasi tujuh personel Brigade ke-388 gugur dan lainnya terluka. Serangan diklaim sengaja menyasar wisma tamu, pos penjagaan, serta fasilitas akomodasi guna menimbulkan korban maksimal, dan disebut sebagai “agresi pengecut”.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan operasi ini dilakukan sebagai tanggapan atas penembakan Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran juga melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah .
“Pembalasan tegas akan diberikan terhadap kejahatan ini pada waktu yang tepat,” tegas pernyataan militer Iran lewat kantor berita Tasnim . ***


