Musrenbang RKPD 2027 di Touna, Ada 4 Prioritas Pembangunan

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggan 2027 yang digelar pada Kamis (16/4/2026). Digedung Auditorium.

TIME SULTENG – Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una (Touna), melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggan 2027 yang digelar pada Kamis (16/4/2026). Digedung Auditorium.

Dalam sambutannya. Wakil Bupati Surya mengatakan, Setiap proses perencanaan harus disusun secara terpadu, terarah dan berkesinambungan, dengan tetap memperhatikan keselarasan antara kebijakan pembangunan nasional, provinsi dan daerah, serta mengacu pada rpjmd kabupaten tojo una-una tahun 2025–2029.

Adapun tema RKPD Tahun 2027 adalah:“penguatan kapasitas daerah, infrastruktur dasar dan kualitas sumber daya manusia untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis produktivitas, investasi dan potensi lokal.”tema ini menegaskan bahwa arah pembangunan daerah ke depan difokuskan pada penguatan fondasi utama pembangunan, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pembangunan infrastruktur dasar yang memadai sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, pembangunan juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sektor-sektor unggulan, memperkuat iklim investasi daerah, serta mengoptimalkan pidato musrenbang rkpd tahun anggaran 2027 pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Secara objektif, pembangunan Kabupaten Tojo Una-Una dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup baik. hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat serta berkembangnya sektor unggulan daerah, khususnya pertanian, perikanan dan pariwisata yang hingga saat ini masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.” ujarnya.

Di sisi lain sebut Wabup, tingkat kemiskinan juga menunjukkan kecenderungan menurun, yang menjadi indikasi bahwa berbagai upaya dan program pembangunan yang telah dilaksanakan mulai memberikan hasil yang positif.

Namun demikian, kita harus menyadari bahwa tantangan pembangunan ke depan masih cukup besar. kita masih dihadapkan pada berbagai permasalahan, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pengurangan kemiskinan, peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat, serta pemerataan pembangunan antar wilayah.

Iya menambahkan, Sejalan dengan kondisi tersebut, dalam penyusunan rkpd tahun 2027 kita perlu memastikan sinkronisasi kebijakan pembangunan daerah dengan agenda nasional dan pidato musrenbang RKPD Tahun anggaran 2027.

Pembangunan daerah harus mendukung asta cita presiden serta selaras dengan program prioritas pemerintah provinsi sulawesi tengah.selain itu, kita juga perlu terus memperkuat kerja sama dan sinergi antar seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat. hubungan kekerabatan dan kebersamaan yang selama ini terjalin dengan baik harus terus kita jaga sebagai modal sosial dalam pembangunan daerah.

“Kita juga harus menciptakan dan menjaga kondisi daerah yang aman, kondusif dan stabil, sehingga mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di daerah kita. dengan demikian, iklim investasi yang sehat dapat tumbuh dan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.” ucapnya.

Dikatakannya, proses penyusunan RKPD ini telah melalui tahapan partisipatif, mulai dari musrenbang desa, kecamatan, hingga pokok-pokok pikiran DPRD.

Selanjutnya, perlu kita pahami bersama bahwa perencanaan pembangunan saat ini dihadapkan pada dinamika keuangan negara dan daerah yang menuntut kehati-hatian dalam menetapkan prioritas.pidato musrenbang RKPD Tahun anggaran 2027 kebijakan efisiensi belanja pemerintah pusat berdampak pada ruang fiskal daerah.

Kemampuan fiskal kita masih sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat.oleh karena itu, kita harus semakin selektif, efektif danrealistis dalam menyusun program pembangunan.” tambahnya.

Dalam kondisi tersebut, saya menegaskan kepada seluruh kepala perangkat daerah agar tidak hanya bergantung pada APBD semata. Namun, harus mampu secara proaktif dan inovatif mencari serta mengoptimalkan sumber-sumber pembiayaan lainnya, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dengan demikian, keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.” ujarnya.

Sejalan dengan tema pembangunan Tahun 2027, maka arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tojo Una-Una difokuskan pada empat prioritas utama yang saling terkait dan saling mendukung satu sama lain.

Adapun Empat prioritas pembangunan tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama: Penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan daerah

Kedua: Penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal

Ketiga: Percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan konektivitas wilayah

Keempat: Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.

Musrenbang ini merupakan momentum yang sangat penting dalam menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah agar benar-benar mendukung prioritas pembangunan yang telah ditetapkan. oleh karena itu,

Saya mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif, memberikan masukan yang konstruktif, serta menyusun perencanaan yang berbasis data, kebutuhan riil dan berorientasi pada hasil.

“Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, saya optimis kita dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang lebih berkualitas, terarah, realistis dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una.” tuturnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *