Sekda Alfian Matajeng: Pengawasan TNKT Harus Melibatkan Masyarakat demi Konservasi dan Kesejahteraan Bersama
Timesulteng, TOUNA — Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menegaskan perlunya pengawasan yang lebih kuat terhadap Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT), dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga kawasan konservasi.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, saat membuka Pelatihan Monitoring, Control, and Surveillance (MCS) Berbasis Masyarakat di Aula Hotel Lawaka, Ampana, Selasa (1/9/2026).
Pelatihan digelar oleh Balai Taman Nasional Kepulauan Togean bersama ASEAN ENMAPS dan berlangsung 1–6 September 2026. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam memantau dan mengawasi kawasan TNKT.
Alfian menilai perlindungan kawasan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan pengelola taman nasional. Masyarakat yang tinggal dan menggantungkan hidup dari sumber daya alam Togean harus ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya konservasi.
“Konservasi bukan menghalangi pembangunan. Sebaliknya, konservasi adalah fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Alfian.
Ia menjelaskan kerusakan terumbu karang, hilangnya mangrove, degradasi padang lamun, hingga penurunan kualitas lingkungan pesisir dan laut dapat langsung mengancam mata pencaharian masyarakat. Karena itu, Pemkab Tojo Una-Una mendorong kolaborasi antar semua pihak dalam semangat Sivia Patuju — satu tujuan — menjaga TNKT tetap lestari sekaligus bermanfaat bagi warga.
“Negara harus hadir untuk melakukan pengawasan, monitoring dan pengendalian terhadap Taman Nasional Kepulauan Togean,” tegasnya.
Alfian menambahkan kelestarian TNKT sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam RPJMD Tojo Una-Una 2025–2029.
“Potensi pariwisata dan perikanan di Kepulauan Togean hanya dapat menjadi kekuatan ekonomi jika ekosistemnya tetap terjaga,” pungkasnya. **/ CH


