GEKRAFS Touna Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Nasional: Dari Lokal ke Panggung Indonesia

Narasumber dan panitia kegiatan Ngobrol Santay GEKRAFS Tojo Una-Una bertema “Dari Lokal ke Nasional: Mengangkat Potensi Ekonomi Kreatif dan UMKM Daerah ke Panggung Indonesia” berfoto bersama seusai acara di Marina, Jumat (28/8/2026). — Foto: Dok. GEKRAFS Touna

Timesulteng, TOUNA — Gerakan Ekonomi Kreatif dan Seni (GEKRAFS) Kabupaten Tojo Una-Una mendorong pelaku ekonomi kreatif dan UMKM daerah untuk berani naik kelas dan menembus pasar nasional.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngobrol Santay bertema “Dari Lokal ke Nasional: Mengangkat Potensi Ekonomi Kreatif dan UMKM Daerah ke Panggung Indonesia”, yang digelar di Marina, Jumat (28/8/2026).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop) Kabupaten Tojo Una-Una menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dan pendekatan menyeluruh dalam mengembangkan ekonomi daerah.

“Pengembangan ekonomi daerah harus dilihat secara holistik. Bukan hanya ekonomi kreatif, tetapi juga sumber daya alam, budaya, pariwisata, SDM, kualitas produk dan legalitas usaha,” ujarnya.

Pelaku usaha, lanjutnya, harus didorong tidak hanya mempertahankan usahanya, tetapi mampu meningkatkan skala bisnis, kualitas produk, dan daya saing. Pemerintah daerah juga akan aktif membuka akses terhadap berbagai program yang dapat memperkuat industri lokal.

Amsal Sitepu: Ubah Cara Pandang, Bangun Pembeda dan Identitas Produk

Gagasan tersebut diperkuat oleh Amsal Sitepu, yang membagikan pengalaman 131 hari menjelajah Nusantara dalam gerakan “Menjemput Ekonomi Kreatif”. Ia mengajak pelaku UMKM Touna mengubah pola pikir dan cara pandang dalam menjalankan usaha.

“Jangan mengharapkan hasil yang berbeda kalau cara yang kita lakukan masih sama,” tegas Amsal.

Menurutnya, ekonomi kreatif bertumpu pada kreativitas dan inovasi yang menciptakan nilai tambah. Media sosial harus dimanfaatkan dengan strategi yang kreatif, pelaku usaha perlu menciptakan pembeda, membangun identitas produk, serta memanfaatkan kekuatan kolaborasi.

Amsal juga mendorong pelaku UMKM untuk berkumpul dan bergerak secara berkelompok guna memperkuat posisi tawar dalam mengakses pemerintah, pasar, maupun mitra usaha.

GEKRAFS Touna: Tidak Berhenti pada Diskusi, Ada Tindak Lanjut Konkret

Ketua GEKRAFS Kabupaten Tojo Una-Una, Vicky, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi. Seluruh masukan, kebutuhan, dan kendala pelaku usaha akan dihimpun untuk ditindaklanjuti secara nyata.

“Kami tidak ingin forum ini berhenti pada diskusi. Apa yang disampaikan pelaku UMKM harus kami tindak lanjuti melalui pendampingan, kolaborasi dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka,” ujar Vicky.

GEKRAFS Touna akan menghimpun kebutuhan pelaku usaha mulai dari penguatan kapasitas, legalitas, kemasan, pemasaran, hingga akses permodalan dan jaringan pasar. Komunikasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai pihak terkait akan terus dibangun guna membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Vicky juga mengajak pelaku UMKM untuk terus berbenah, terbuka terhadap inovasi, dan berani membangun jejaring. Keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga konsistensi, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk tumbuh bersama.

Dengan sinergi antara pemerintah, GEKRAFS, dan pelaku usaha, potensi ekonomi kreatif Tojo Una-Una diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. **/ CH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *