Catatan Hitam, Menjelang Pilkada Di Kabupaten Tojo Una Una
Touna – paskah rilis dan konferensi pers oleh polres touna yang membeberkan sejumlah kasus yang berhasil diuangkap dan dalam proses penyidikan dan penuntutan
Diantaranya kasus ilegal fishing, penyalagunaan narkotika, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta tindak pidana umum dan tindak pidana khusus lainnya
Ada yang perlu digaris bawahi dan menjadi perhatian khusus secara bersama menurut Advokad.Nasrun,S.H. salah satu pengacara muda di touna yang merupakan ketua dari pos bantuan hukum advokad indonesia (POSBAKUMADIN TOJO UNA UNA)
“Nasrun Mengatakan ironis memang karena momen Pilkada ini semakin dekat dan terus berjalan sesuai tahapan, justru tingkat kejahatan kian meningkat menjelang pilkada touna, hal ini tentunya penting kita sikapi serius
Karena dalam catatan kami yang sangat miris adalah peningkatan kasus penyala gunaan narkotika dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kasus narkotika dan asusila sudah sampai titik yang sangat memprihatinkan, bukan hanya pertahun terjadi peningkatan, bahkan dalam tahun 2024 ini setiap bulannya terjadi peningkatan, menjadi ironis memang, ” kata Nasrun
“Lebih lanjut kata Nasrun, Ada apa dengan touna? Justru menjelang pilkada yang semkin dekat kita terus di suguhkan denga pemberitaan kejahatan yang tiap bulan semakin meningkat
“Secara pribadi saya merasa sangat teriris menyaksikan keadaan ini, apakah kita sudah perlu menyandang darurat narkoba dan kejahatan terhadap perempuan dan anak? Tentunya ini merukapakan tanggung jawab kita bersama dan harus diselesaikan bersama.
Demikian penyampaian advokat muda ini yang juga salah satu advokad yang pernah beracara di MK saat sengketa pilkada 2019 silam.
“Eerik yang sapaan akrapnya saat memberikan keterangan di via telpon di pengadilan tipikor PN Palu, juga menmbahkan bahwa perlu di garis bawahi saat ini juga ditouna sangat miris kasus KDRT, Asusila dan Cabul, hal ini perlu di seriusi, semoga miningkatnya kejahatan tahun ini tidak memecah kosentrasi kita dalam menghadapi pilkada yang tinggal menghitung hari “tutupnya”. ***


