Uang Palsu UIN Makassar Hendak Dipakai Pilkada, Tersangka Gagal Maju

Konferensi pers kasus uang palsu di UIN Alauddin Makassar di Mapolres Gowa. (Nur Hidayat Said/detikSulsel)

Makassar – Muncul isu uang palsu yang diproduksi di kampus UIN Alauddin Makassar hendak digunakan untuk pilkada di Sulawesi Selatan (Sulsel).Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Yudhiawan Wibisono buka suara.

“Ini cukup menarik ya. Jadi tersangka ini mengajukan proposal pendanaan pilkada di Barru, tapi nggak jadi,” kata Irjen Yudhiawan Wibisono dalam konferensi pers, dilansir detikSulsel, Kamis (19/12/2024).

Kapolda tidak menjelaskan siapa tersangka yang dimaksud. Dia hanya menyebut uang palsu batal digunakan untuk pilkada karena yang bersangkutan tidak mendapatkan partai untuk maju ke Pilkada Barru.

“Uang-uang yang dicetak akan dipakai untuk itu (pilkada), tapi tidak jadi. Tidak ada partai yang mencalonkan,” bebernya.

Yudhiawan mengungkapkan salah satu tersangka memang memiliki niat menjadikan uang palsu itu untuk politik uang atau money politics, namun tidak jadi.

“(Tersangka) dia (niatkan) nanti disebarkan dengan uang palsu supaya bisa memilih yang bersangkutan,” lanjut Yudhiawan.

Awak media sempat mencoba bertanya memperjelas soal isu uang palsu untuk pilkada, khususnya Pilkada Barru atau dugaan di Pilkada daerah lain. Namun polisi tidak menjawab pertanyaan tersebut.

“Soal Pilkada Barru, pak?” tanya wartawan yang ditimpali pertanyaan wartawan lain.

“Oke, inisial tersangka,” ucap Kapolres Gowa AKBP Reonald TS Simanjuntak menjawab riuh pertanyaan wartawan.

Reonald kemudian menyebutkan inisial 17 tersangka. Dia juga menyebut masih ada 3 DPO yang sementara dalam pengejaran dan masih akan dikembangkan.

“Yang pertama dengan inisial AI, ini doktor. Kemudian inisial MN, KA, IR, MS, JBP, AA, SAR, SU, AK, IL, SM, MS, SR, SW, NM, RM. Dan ini masih ada 3 DPO dan masih ada lagi yang akan berkembang selanjutnya,” papar Reonald. ***

 

Sumber: detiksulsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *