Cegah Penyebaran DBD, Dinkes P2KB Touna Lakukan Fogging di Enam Kecamatan Kepulauan dan Wilayah Daratan

Pelaksana Tugas Harian Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tojo Una-Una, Petugas Dinkes P2KB melaksanakan kegiatan pengasapan (fogging) di permukiman warga sebagai upaya memutus rantai penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Selasa (18/8/2026).

Timesulteng, TOJO UNA-UNA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) melaksanakan kegiatan pengasapan (fogging) menggunakan mesin khusus yang mencampur insektisida untuk memberantas nyamuk dewasa, khususnya penyebab demam berdarah (Aedes aegypti), di sejumlah wilayah yang terindikasi penularan.

Pelaksana Tugas Harian Dinkes P2KB Hardi menjelaskan, kegiatan pemberantasan tersebut sudah dilakukan di enam kecamatan wilayah kepulauan yang tercatat terdapat kasus demam berdarah, baik yang disebabkan oleh faktor lingkungan maupun bawaan dari luar daerah.

Selanjutnya, wilayah daratan seperti Kecamatan Ampana Kota, Ratolindo, dan Ampana Tete juga menjadi sasaran pengasapan sekaligus pembagian bubuk abate ke rumah-rumah warga.

Kami juga berkoordinasi dengan petugas surveilans terkait perkembangan penyakit menular demam berdarah di Kabupaten Tojo Una-Una.

“Semua langkah yang kami lakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dan kami kerahkan semaksimal mungkin,” ungkap Hardi, Selasa (18/8/2026).

Pihaknya berharap ke depannya upaya pencegahan lebih diprioritaskan daripada penanganan. “Lebih baik kita mencegah dan memberantas DBD sejak dini,” tegasnya.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinkes P2KB membutuhkan dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) hingga ke tingkat kecamatan dan desa, guna menyampaikan himbauan kepada warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, mengubur barang bekas, serta tidak membiarkan adanya genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk penular demam berdarah maupun malaria. **/ CH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *