Polda Sulteng Imbau Orang Tua Awasi Anak, Jangan Berada di Lokasi Aksi Berpotensi Ricuh

Keterangan foto: Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin, menyampaikan imbauan kepada orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak demi keselamatan dan perlindungan mereka dari lokasi kegiatan yang berpotensi kericuhan. — Foto: Dok. Polda Sulteng

Timesulteng, PALU — Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyampaikan imbauan kepada seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya agar tidak berada di lokasi kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Hal ini dilakukan guna mencegah anak-anak menjadi korban dalam situasi yang tidak kondusif.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin, menyampaikan bahwa orang tua memegang peran sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai risiko berada di tengah aksi unjuk rasa. Keselamatan anak harus menjadi prioritas utama.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kombes Achmad Muhaimin dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Ia meminta orang tua memberikan edukasi kepada anak agar memahami risiko ketika berada di tengah situasi yang tidak kondusif. Anak-anak diarahkan untuk mengutamakan keselamatan dan kepentingan masa depan mereka.

“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.

Achmad menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dan pemahaman agar tidak terlibat dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan.

Ia juga mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak serta mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka, terutama ketika terdapat informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di wilayah setempat.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya. Berikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan. Yang paling utama, jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang membahayakan keselamatan,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, perlindungan terhadap anak membutuhkan kerja sama antara kepolisian, keluarga, masyarakat, dan seluruh pihak. Semua pihak diminta bahu-membahu memastikan anak-anak tetap berada di lingkungan yang aman demi masa depan mereka.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya. **/ CH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *