Pemkab Touna Sambut Hangat Aksi GMNI di Depan Kantor Bupati
Touna – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menunjukkan sikap terbuka dalam menyikapi aksi yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tojo Una Una di depan Kantor Bupati. Senin (29/9/2025). sore
Puluhan Mahasiswa GMNI Touna menyuarakan Tujuan Aksi mimbar Bebas yang kami laksanakan adalah sebagai upaya kritikan kami sebagai mahasiswa dan masyarakat terkait isu yang menjadi trending topik di tengah-tengah masyarakat.
Aksi mimbar bebas yang kami laksanakan tidak adaanya intrevensi dari pihak manapun melainkan aksi mimbar bebas ini murni dari pikiran yang lahir dari Anggota dan Kader GMNI Touna.
Sebagai respon kami dari organisasi (GMNI) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kab. Tojo Una-Una. Terkait beberapa isu yang menjadi keresahan di kalangan masyarakat indonesia yang terkhususnya di Kab. Tojo Una-Una antara lain.
ISU TUNTUTAN:
1. Makanan Bergizi Gratis (MBG) Evaluasi terkait MBG yang tidak tepat sasaran.
2. Minimnya Invrastruktur yang berada di Kab.Tojo Una-Una terutama akses jalan yang terdapat di kepulauan, dataran bulan, bongka dan lain-lain.
3. Maraknya kasus pembulian yang terjadi di kab Tojo Una-Una di kalangan pelajar dan pemuda.
4. Kurangnya responsif pemerintah provinsi terkait program berani sehat kepada masyakarat.
5. Kurangnya fasilitas kampus serta minimnya pembangunan yang ada di ruang lingkup kampus PSDKU UNTAD TOUNA.
Seusai Aksi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aspan P. Taurenta mengatakan, Yang pasti Mahasiswa GMNI Touna hanya mau menyampaikan tuntutan mereka terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan.
“Yeng mereka temukan dilapangan adalah fakta-fakta bahwa adanya ketimbangan salah satu ketimbangan adalah jalan rusak yang ada di dataran bulan, memang dari dulu jalan itu rusak kalau pun ada yang diperbaiki itu secara bertahap. Itu wajar saja mereka sampaikan dan kita wajib menjawab.” ujar aspan.
Lebih lanjut kata Aspan, terkait dengan MBG kita tidak bisa koreksi kenapa karena MBG ini Program Nasional kita hannya menyelenggarakan yang bisa kita koreksi kalau ada kesalahan dalam hal tehnis, penyediaan bahan makanan atau salah sasaran itu yang baru kita bisa intervensi.
“Untuk tuntutan lainnya biasa saja.” ucapnya.
Sebenarnya harapan Mahasiswa GMNI Touna, ingin berdialog lansung dengan Bupati tetapi agenda Bupati dan Wakil Bupati sangat padat.” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aspan P. Taurenta, yang baru saja dilantik. ***


