BWS Sulawesi III Palu dan Pemkab Touna Sosialisasikan Garis Sempadan Danau Banano I, II, dan III
Timesulteng, TOUNA — Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWS) III Palu bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menggelar sosialisasi masyarakat terkait kajian penetapan garis sempadan Danau Banano I, Danau Banano II, dan Danau Banano III. Kegiatan berlangsung di Desa Banano, Kecamatan Tojo, dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya Lapasiri, S.Sos., M.Si.
Turut hadir Anggota DPRD, unsur Forkopimda Kabupaten Tojo Una-Una, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu beserta jajaran, pimpinan perangkat daerah terkait lingkup Pemprov Sulteng dan Pemkab Touna, Camat Tojo, Kepala Desa Banano, akademisi, tenaga ahli, tim teknis, serta masyarakat setempat.
Wakil Bupati Surya menyampaikan, sosialisasi ini merupakan bagian penting untuk membangun pemahaman bersama sekaligus menghimpun masukan masyarakat agar hasil kajian mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
“Penetapan garis sempadan danau bukan sekadar penentuan batas teknis. Lebih dari itu, hal ini berkaitan erat dengan upaya menjaga fungsi danau, melindungi ekosistem, menjamin kelangsungan sumber daya air, serta menciptakan tata kelola ruang yang tertib dan berkelanjutan,” ujar Surya.
Danau Banano I, II, dan III merupakan kekayaan alam yang bernilai strategis bagi masyarakat Touna. Oleh karena itu, kebijakan penataan kawasan sempadan harus dilakukan dengan pendekatan yang bijak, terukur, dan partisipatif.
“Pemerintah tidak hanya memerlukan data teknis, tetapi juga pengetahuan lokal dan masukan dari masyarakat yang paling memahami kondisi wilayah ini. Sosialisasi ini harus menjadi ruang dialog yang terbuka antara pemerintah, tim kajian, dan masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Touna berkomitmen mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan sejalan dengan visi daerah: “Mewujudkan Masyarakat Tojo Una-Una yang Religius, Maju, Adil dan Sejahtera Berbasis Sektor Unggulan yang Berkelanjutan.”
“Danau, hutan, sungai, dan seluruh sumber daya alam bukanlah semata-mata aset pemerintah, melainkan amanah yang harus dijaga bersama. Menjaga danau bukan hanya tugas pemerintah, itu tanggung jawab kita semua,” ajak Surya.
Diharapkan proses ini dapat mencegah munculnya perselisihan di kemudian hari terkait pemanfaatan ruang di sekitar danau. Semangat kebersamaan sesuai filosofi daerah “Sivia Patuju” Satu Tujuan diharapkan menyatukan langkah menjaga lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. **/ CH


