Industri Nikel “Lesu”, Pelaku Usaha “Lemas”
TIME SULTENG – Gairah UMKM di Kabupaten Morowali Utara (Morut,) melemah, Akibat industri nikel yang “Lesu” membuat pelaku usaha “meradang”.
Keluhan para pelaku usaha di Desa Bunta dan Desa Tompira Morowali Utara terkait adanya PHK Besar-Besaran di industri Nikel.
Salah satu UMKM yang ditemui di Poros jalan masuk ke industri Nikel di Desa Bunta, mengaku sejak terjadinya PHK ribuan karyawan industri Nikel, jualannya pun ikut mengalami penurunan yang drastis.
“Sudah lima tahun berjualan barang campur disini, kali ini betul-betul sangat terasa bedanya dengan tahun tahun sebelumnya, akibat PHK besar-besaran pembeli langsung menurun drastis tidak berimbang dengan biaya hidup dan sewa lapak,” ujar Nani dengan nada keluh. Rabu (15/4/2026)
Sementara di Sektor pelaku usaha perbengkelan Kendaraan roda ikut merasakan dampak dari PHK Besar-besaran.
Membuat service roda dua dibengkel angkanya ikut menurun tajam.
“Omzet service atau perbaikan roda dua menurun pada bulan April ini hingga 40 persen, tak hanya itu, harga spare part dan oli pun juga mengalami kenaikan,” tutur owner bengkel Borneo di Desa Tompira.
Rumah Kost ikut berdampak.
Menurut Alam kepala Dusun 1 Desa Bunta, kamar-kamar kost banyak yang kosong, akibat ditinggal penghuninya yang terkena PHK, Sebutnya. **/ Rudy A.Mairi


