Mulai Sabtu Mendatang Penanaman Perdana Pisang Cavendish di Touna, Pengembangan Ekonomi Hijau Berkelanjutan
TIME SULTENG, Touna – Program Penanam Pisang Candavis mulai Mendapat Perhatian di Tojo Una Una. H.Mahmud Lahay berkas petani tahab satu sedang on proses, dijadwalkan Sabtu 16 Mei Tahun 2026 akan dilaksanakan penanaman perdana pisang cavendish oleh ketua utama Alkhairaat “Tidak Lanjut Program Pengembangan Ekonomi Hijau berkelanjutan”
Penguatan Ketahanan pangan dan Ekonomi Hijau melalui pengembangan Kebun Buah Tropis premium Pisang Cavendish mulai menampakan titik terang, adanya berkas petani sedang berproses ditangani oleh pihak Asosiasi petani pisang Candavis di Tojo Una Una.
Ketua asosiasi Pisang Candafish Kabupaten Tojo Una Una, Dr. Mahmud Lahay, SE, M.Si pada media ini mengungkap pada hari Sabtu (16/5/2026), akan dilaksanakan penanaman perdana pisang cavendish oleh ketua utama Alkhairaat, ketua umum PB Alkhairaat dan Bupati Tojo Una Una pada saat peringatan haul Guru Tua pendiri Alkhairaat ke 58 di pondok pesantren Al Khairat Bantuga, kecamatan Ampana Tete. Lahan yang disipakan seluas 10 Hektar
Berdasarkan kerja sama PB Alkhairat dengan pihak Perusahaan, pada 1 juni 2026.
Saya selaku ketua komda Alkhairaat yang juga ketua assosiasi akan mendampingi Sekretaris jenderal PB Alkhairaat dan Sekretaris Yayasan Alkhairaat SIS Aljufri berkunjung ke Lampung, Bandung dan Jakarta untuk mematangkan kerjasama antara pihak perusahaan dengan PB Alkhairat di kantot pusat PT AGRIFRESH, ke Lampung ingin melihat langsung laboratorium jaringan yang menghasilkan bibit unggul pisang cavendis serta perkebunan petani yang sudah sukses disana, dan selanjutnya ke Bandung untuk melihat langsung kegiatan ekspor cavendish ke Timur tengah.
Menurutnya hingga saat ini 25 berkas petani sudah diserahkan ke pihak Perusahaan dan pihak Bank untuk diproses” Ujar H. Mahmud. Pada kamis (14/5/2026).
Selain Itu, Pisang Candavis memiliki Potensi Pasar Modern dan Luas, Pisang ini sangat diminati oleh pasar modern seperti supermarket dan katering, menjadikannya pilihan utama untuk skala bisnis yang lebih profesional.
Komoditas Ekspor Utama, Pisang Cavendish adalah salah satu buah tropis yang memiliki potensi pasar ekspor yang luas, meningkatkan pendapatan devisa negara.
Lebih lanjut, pendapatan Petani yang Tinggi, Melalui perawatan intensif, budidaya pisang Cavendish memberikan hasil yang menguntungkan dibandingkan komoditas lainnya, terbukti dari antusiasme petani di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan.
Umur Simpan Lebih Panjang Varietas seperti Cavendish MW1 memiliki keunggulan kulit tebal dan daging kenyal, membuatnya disukai pasar dan memperpanjang umur simpan hingga 2 hari lebih lama.
“Pengembangan Lahan Tidur, penanaman pisang ini efektif mengubah lahan tidur menjadi produktif, yang meningkatkan nilai ekonomi lahan.” ujarnya.
Iyah menambahkan, sumber lain yang diperoleh, di Jawa Timur adalah provinsi penghasil pisang terbesar di Indonesia, menyumbang lebih dari 30% produksi nasional, dengan beberapa kabupaten di Jawa Timur menjadi pusat budidaya pisang Cavendish.
Wilayah penghasil utama meliputi Kabupaten Malang, Pasuruan, Lamongan, Banyuwangi, dan Lumajang. Berikut adalah detail pusat penghasil
Pisang Cavendish di Indonesia:
Jawa Timur Penghasil utama dengan kontribusi >30% nasional, dengan sentra di Kabupaten Lumajang, Pasuruan, dan Malang.
Lampung, menjadi salah satu provinsi dengan produksi pisang terbesar kedua di Indonesia.
Sulawesi Selatan, Sedang dikembangkan sebagai pusat produksi pisang Cavendish besar-besaran, dengan target ekspor.
Sentra Pengembangan Baru, PT Great Giant Pineapple melalui PT Nusantara Segar Abadi (NSA) mengembangkan kemitraan penanaman di Jembrana (Bali), Blitar (Jatim), dan Bener Meriah (Aceh)

Dijelaskan Dr H. Mahmud Lahay, tindak lanjut hasil verifikasi berkas petani Tojo Una Una akan disampaikan kepada petani yang dinyatakan lolos berkas. Berdasarkan berkas petani yang lolos, akan diundang ke kantor asosiasi utk menerima petunjuk teknis baik dari perusahaan maupun dari Bank. Jelas H. Mahmud Lahay.
Saat pihak asosiasi sedang mengumpul berkas tahab 2, “Alhamdulillah hari ini sdh ada 3 berkas baru lagi masuk sudah ada ditangannya koordinator kecamatan, minggu depan semua koordinator kumpul di sekretariat Asosiasi.
“Berkas yang sudah terkumpul akan diteruskan pada perusahaan dan Bank.Tandas H. Mahmud Lahay. **/ Samas


