Polisi Peduli Pangan, Polres Tojo Una-Una Pantau Stok Jagung 8.000 Ton di Gudang PT Segar Agro Lestari

Personel Polres Tojo Una-Una bersama pengelola PT Segar Agro Lestari saat memeriksa stok jagung di gudang Desa Mantangisi, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Kamis (29/10/2026).

Timesulteng, TOUNA – Polres Tojo Una-Una melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan kegiatan Polisi Peduli Pangan dengan memantau ketersediaan dan penyerapan komoditas jagung di gudang PT Segar Agro Lestari, Desa Mantangisi, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 WITA tersebut merupakan bagian dari program prioritas Kapolri dalam 100 hari, yakni Polisi Bersama Masyarakat (PBM), khususnya dalam mendukung pengawasan rantai pasok pangan dan menyerap informasi terkait kondisi pertanian di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.

Pemantauan dilaksanakan oleh Ipda Sahir Suleman, S.H., Aiptu Suparman, S.H., dan Bripka Husni Baharta. Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan stok jagung, informasi harga pembelian, perkembangan hasil panen, serta kendala yang dihadapi petani.

Berdasarkan hasil pemantauan, stok jagung yang tersedia di gudang PT Segar Agro Lestari tercatat sebanyak 8.000 ton, dengan harga pembelian yang diinformasikan sebesar Rp7.000 per kilogram.

Jagung yang saat ini diserap perusahaan berasal dari hasil panen petani yang masih tersedia, termasuk persediaan yang disimpan petani serta hasil panen dari lahan pertanian di wilayah pegunungan.

Meski demikian, hasil panen jagung di tingkat petani dilaporkan mengalami penurunan dan belum maksimal dibandingkan periode panen sebelumnya. Kondisi cuaca panas yang berlangsung selama kurang lebih lima bulan terakhir menjadi salah satu kendala yang memengaruhi produksi dan ketersediaan jagung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pasokan dan pembelian jagung dari petani berpotensi berkurang pada November 2026 hingga Februari 2027 apabila kondisi cuaca belum mendukung kegiatan penanaman.

Di sisi lain, semangat petani untuk melanjutkan usaha pertanian jagung masih tinggi. Sejumlah lahan telah dipersiapkan dan saat ini tinggal menunggu turunnya hujan serta ketersediaan air yang memadai agar penanaman dapat dilakukan.

Kabag SDM Polres Tojo Una-Una, AKP Muh Natsir, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Polisi Peduli Pangan merupakan bentuk perhatian Polri terhadap kondisi pangan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya para petani.

“Melalui kegiatan Polisi Peduli Pangan, kami melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan stok dan penyerapan jagung sekaligus menyerap informasi mengenai kendala yang dihadapi petani. Informasi ini akan kami laporkan kepada pimpinan dan koordinasikan dengan instansi terkait agar dapat menjadi bahan evaluasi serta ditindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” ujar AKP Muh Natsir, S.H.

Ia menambahkan, pemantauan tersebut diharapkan dapat mendukung pengawasan rantai pasok pangan serta membantu mengidentifikasi potensi kendala produksi dan distribusi jagung di Kabupaten Tojo Una-Una.

Polres Tojo Una-Una akan meneruskan berbagai masukan dan keluhan masyarakat kepada pimpinan serta melaporkan perkembangan ketersediaan dan distribusi jagung secara berjenjang sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program Polisi Peduli Pangan.

Melalui kegiatan ini, Polres Tojo Una-Una menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, mendukung upaya menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan produksi dan pasokan komoditas jagung di daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *