Pasca Kejadian Tewasnya Turis Asal Swiss, Ketua PHRI Touna Lemahnya Pengawasan Resort
Touna – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Jafar Muhamad Amin imbau kepada pemilik homestay di Kepulauan Togean agar selalu mengawasi para tamu yang menginap di homestay masing-masing.
Himbauan ini disampaikannya Jafar pasca kejadian tewasnya di laut turis asal Swiss Lousi Marmy (19) saat melakukan aktivitas snorkeling tidak jauh dari tempat menginapnya di Resort Pristine, salah satu penginapan di wilayah Kecamatan Una Una.
Jafar mengatakan, bahwa sebelum turis asal swiss itu melakukan aktivitas menyelam, kami mendapatkan informasi bahwa korban mengkonsumsi minuman keras yang berlebihan dari sore sampai pagi.
“Seharusnya, pemilik homestay apabila ada tamunya yang akan beraktivitas menyelam, menimal dia tidak minum,” ujar Jafar yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Touna ini.
Untuk itu, Jafar menilai bahwa lemahnya pengawasan di resort tersebut, seharusnya apabila tamu yang akan melakukan aktivitas menyelam selalu diawasi secara ketat.
“Oleh karena itu, apabila hal ini terjadi lagi, kami mengharapkan kepada pemilik resort khususnya di wilayah kepulauan togean agar betul-betul mengawasi tamunya,” tandasnya.
Pada pemberitaan sebelumnya, turis asal Swiss itu ditemukan tewas di area pantai 100 meter dari tempat menginapnya di Resort Pristine, Desa Binanguna Kecamatan Una Una.
Korban Louis Marmy menginap di resort tersebut sejak 11 Januari dan direncanakan hingga 23 Januari 2025. ***


