Hadir 8 Tahun di Palu, Maxim Perkuat Dukungan Berkelanjutan Bagi Pelaku Usaha dan Pasar Tradisional Sulawesi Tengah

Deretan gerobak pedagang yang telah dibantu perbaikan dan diberi penanda identitas berlogo Maxim, tampak tertata rapi di area kawasan kota

Time Sulteng, PALU – Layanan teknologi dan mobilitas daring Maxim terus memperkuat komitmen mendukung kemajuan ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang di pasar tradisional.

Melalui program pendampingan usaha kecil yang telah berjalan bertahun-tahun, perusahaan berupaya meningkatkan kualitas ruang publik, standar kebersihan, serta tata kelola operasional yang lebih baik di berbagai pusat aktivitas ekonomi rakyat.

Program ini pertama kali diluncurkan tepat di Kota Palu pada tahun 2018, berbarengan dengan peresmian kehadiran layanan Maxim di wilayah Sulawesi Tengah. Sebagai kota perintis pelaksanaan inisiatif ini, Palu hingga kini tetap menjadi salah satu fokus utama dalam upaya perusahaan mendampingi perkembangan ekonomi lokal.

Sejak peluncuran perdana, ratusan unit usaha mulai dari rumah makan, kedai kopi, hotel, penyedia jasa layanan, lembaga pendidikan, hingga pedagang di pasar makanan dan pasar pakaian telah turut serta dan merasakan manfaat dari program ini.

Pendekatan yang dilakukan Maxim bersifat kolaboratif: tim perusahaan berkoordinasi langsung dengan pelaku usaha untuk memahami tantangan yang dihadapi, kebutuhan nyata di lapangan, serta menyesuaikan bentuk dukungan sesuai jenis dan skala bisnis yang dijalankan. Seluruh pelaku usaha dari berbagai lapisan dapat mengikuti program ini secara cuma-cuma tanpa biaya apapun.

Bentuk dukungan yang disalurkan meliputi penyediaan perlengkapan operasional yang dibutuhkan, seperti celemek pedagang, payung pelindung lapak, papan tanda “Buka/Tutup”, papan informasi harga, papan penanda zona kebersihan, serta berbagai perlengkapan penunjang lain.

Barang-barang ini tidak hanya membantu kelancaran aktivitas sehari-hari, tetapi juga membuat tempat usaha terlihat lebih rapi, bersih, dan menarik minat pembeli.

Secara khusus, Maxim menaruh perhatian besar pada aspek kebersihan di tempat ramai seperti pasar tradisional dan pusat kuliner. Pemberian celemek bersih bagi pedagang makanan misalnya, bertujuan menjaga standar higienitas saat proses penyajian, mengurangi risiko kontaminasi silang, serta menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dijual.

Dukungan ini sekaligus meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan pelaku usaha untuk membeli perlengkapan sendiri, sehingga anggaran yang tersedia dapat dialihkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, maupun menambah jumlah tenaga kerja.

Selain perlengkapan fisik, Maxim juga memanfaatkan keunggulan layanan teknologi yang dimilikinya seperti layanan pengantaran dan logistik untuk membantu kelancaran distribusi barang.

Proses pengiriman yang lebih cepat, aman, dan terjadwal membantu mengurangi risiko kerusakan produk, menekan biaya pengiriman, serta memungkinkan pelaku usaha menjangkau pembeli yang berada di luar area pasar maupun pusat kota.

Manfaat pendampingan ini telah dirasakan pelaku usaha di berbagai penjuru Indonesia. Di Tasikmalaya, misalnya, Stevia Kitchen Cake and Bakery yang awalnya beroperasi dari rumah kini mampu melayani ratusan pesanan setiap hari berkat dukungan sistem pengantaran yang andal. Di Sukabumi, Dapur Widhy yang menyajikan kuliner khas Sunda berhasil memperluas pangsa pasar tanpa harus menambah biaya operasional secara besar-besaran.

Sementara di Yogyakarta, usaha penyewaan perlengkapan anak Babyva Rent mengandalkan layanan Maxim untuk memastikan barang sewaan tiba di tangan pelanggan dalam kondisi prima dan tepat waktu.

“Kami yakin bahwa kemajuan usaha lokal adalah kemajuan seluruh komunitas di sekitarnya. Melalui layanan seperti Maxim Food & Shop serta Maxim Food dan Goods, kami ingin menjadi mitra yang setia mendampingi UMKM dari yang baru merintis hingga mampu berkembang pesat dengan cara memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Direktur Pengembangan Maxim Indonesia, Dirhamsyam.

Selain fokus pada pelaku usaha, Maxim juga menjalin kerja sama strategis jangka panjang dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Perhubungan, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga komunitas kemasyarakatan di berbagai daerah.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi sektor swasta dalam membangun ekonomi daerah, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Hingga pertengahan tahun 2026 ini, layanan Maxim telah hadir di lebih dari 400 kota di seluruh Indonesia, dan terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah lain yang belum terlayani.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai layanan dan program pendampingan, masyarakat dapat mengunjungi laman resmi di http://id.taximaxim.com. **/ CH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *