Gelar “Polisi Berkumpul”, Kapolres Touna Beri Imbauan Keselamatan Melaut hingga Solusi Masalah Nelayan
TOUNA — Menyikapi peristiwa hilangnya seorang nelayan saat melaut yang hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan, Kepolisian Resor (Polres) Tojo Una-Una (Touna) bergerak cepat menemui masyarakat nelayan setempat.
Kapolres Touna, AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan bertajuk Polisi Berkumpul dengan Masyarakat di pesisir Bailo Pantai, Kelurahan Bailo Baru, Kecamatan Ampana Kota, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari pelaksanaan program prioritas 100 hari Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat” ini turut dihadiri Kasat Binmas AKP Agus Habibie, jajaran Sat Binmas, Bhabinkamtibmas Polsek Ampana Kota, Lurah Bailo Baru, serta puluhan anggota komunitas nelayan Bailo.
Dalam tatap muka tersebut, Kapolres Tojo Una-Una AKBP Yanna Djayawidya mengingatkan para nelayan agar memastikan kondisi perahu, kapal, dan mesin sebelum melaut.
“Pastikan perahu, kapal, dan mesin dalam kondisi laik operasi. Periksa seluruh bagian, termasuk kemungkinan kebocoran, agar tidak terjadi gangguan teknis yang dapat membahayakan keselamatan saat berada di laut,” tegasnya.
AKBP Yanna juga menekankan pentingnya kelengkapan alat keselamatan bagi nelayan sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.
“Jangan mengabaikan perlengkapan keselamatan. Setiap nelayan wajib membawa dan menggunakan jaket pelampung atau life jacket, mengantongi alat komunikasi seperti HP, serta memastikan lampu penerangan berfungsi dengan baik,” imbaunya.
Ia turut mengingatkan nelayan agar selalu berkomunikasi dengan keluarga sebelum berangkat melaut, terutama terkait lokasi dan perkiraan waktu kembali.
“Pastikan keluarga mengetahui jalur atau titik lokasi mencari ikan serta estimasi waktu kepulangan. Informasi ini sangat penting agar keluarga dapat segera mengambil langkah apabila terjadi keadaan darurat atau nelayan belum kembali sesuai waktu yang diperkirakan,” ujarnya.
Kapolres juga meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca tidak mendukung, mengingat keselamatan harus menjadi prioritas utama.
“Apabila cuaca mulai memburuk, ombak tinggi, atau angin bertiup kencang, segera cari tempat perlindungan di pulau terdekat. Jika kondisi belum memungkinkan, sebaiknya tunda keberangkatan. Jangan mengambil risiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa,” tegas AKBP Yanna.
Selain keselamatan, AKBP Yanna mengajak nelayan menjaga kelestarian ekosistem laut dengan menggunakan alat tangkap yang tidak merusak lingkungan.
“Gunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dan jangan menggunakan bom ikan maupun alat tangkap terlarang lainnya. Kita harus bersama-sama menjaga kelestarian laut agar sumber daya perikanan tetap terpelihara dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, AKBP Yanna turut mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), aksi premanisme, maupun tindak pidana kepada petugas atau melalui Call Center Polri 110.
Kegiatan Polisi Berkumpul ini juga menjadi wadah interaktif bagi para nelayan Bailo Baru untuk menyampaikan berbagai keluhan yang selama ini dialami di lapangan.
Menjawab keluhan nelayan terkait sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi (Pertalite/Solar) yang kerap menghambat aktivitas melaut, AKBP Yanna menegaskan jajarannya siap membantu menyambungkan aspirasi tersebut.
“Pihak Kepolisian akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah terkait mekanisme dan kelancaran penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran untuk para nelayan,” ujar Kapolres.
Sementara terkait maraknya aksi pencurian aki dan panel surya di rompong-rompong nelayan, Kapolres menegaskan akan meningkatkan pengawasan di perairan.
“Guna mengantisipasi tindak pidana pencurian di laut, Sat Polairud Polres Tojo Una-Una akan meningkatkan dan menggiatkan patroli laut di titik-titik rawan,” tegasnya.


